Impian dan Langkah Ustadz Yusuf Mansur untuk Ekonomi Indonesia

 
Geliat ekonomi Indonesia semakin menguat. Penguatan ekonomi itu sebenarnya sudah terlihat secara kasat mata. Secara spesifik lagi, ekonomi syariah juga disebut-sebut menggerakan perekonomian Indonesia. Banyak kemudian yang terjun ke bidang ekonomi syariah ini. Salah satu tokoh yang turun gunung tergerak untuk ikut memajukan ekonomi syariah Indonesia adalah ustadz kondang yang terkenal akan ajakan menghafal Qur’annya yakni Ustadz Yusuf Mansur.
 
Melalui keterangan tertulisnya, Ustadz Yusuf Mansur membagikan impiannya untuk masa depan Indonesia khususnya di bidang ekonomi. Ustadz yang akrab disapa dengan UYM ini berharap di waktu yang akan datang Indonesia menjadi negara investor bukan negara yang menjadi tempat investasi.
 
“Kan Keren, kalau pemilik Real Madrid asal Indonesia, pemilik Barcelona asal Indonesia, terus Amerika, Tiongkok, Arab Saudi itu nanti pinjam dana segar ke Indonesia. Sedap!”
 
UYM kemudian menjabarkan langkah-langkah setelah mengantongi izin Manajemen Investasi Syariah (MIS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Pertama, UYM akan mengajarkan kepada yang baru bergabung bahwa niat baik perlu langkah yang baik, niat yang benar perlu langkah yang benar.
“Nawaitu (niat-red) Patungan Usaha, Patungan Aset, Nabung Tanah. Insya Allah sudah benar. Tapi, saya waktu itu gak ngerti, gak tau, gak paham, kalo ada aturannya, ada regulasinya. Jadi, dengan saya menyiapkan dan men-submit pendaftaran Manajemen Investasi Syariah, bisa jadi pengajaran dan contoh yang baik. Untuk taat regulasi. Apalagi regulasi ada, bukan untuk menyusahkan.” Papar UYM.
 
Kedua, Ustadz Sejuta Followers ini akan mengundang para ahli dan profesional di bidangnya untuk menjalankan perusahaan manajemen investasi syariah dengan baik dan benar sehingga nantinya perusahaan tersebut amanah, profesional, untung, halal, berkah dan manfaat. Dia berkaca pada masa lalu bahwa dulu teknis dan eksekusi perusahaan dilakukan olehnya sehingga wajar terjadi banyak kealpaan.
“Kehadiran perusahaan ini akan jadi milestone (pencapaian-red) di tanah air, sebab belom pernah ada yang resmi, karenanya saya lewat PayTren, dukung penuh, termasuk segala permodalan yang dibutuhkan dengan tetap mengedapankan visi misi keumatan dan kebangsaan. Tugas saya di sana sekarang hanya di visi misi, di promosi, di public relation-nya, bukan di tataran teknis kayak dulu.” Lanjut UYM.
 
Langkah ketiga dari Ustadz yang dikenal karena sedekahnya ini adalah memajukan dunia ekonomi syariah. UYM mengaku heran bahwa ternyata pemegang reksadana syariah masih di bawah 500.000 orang. Padahal, perusahaan digital yang dirintisnya yakni PayTren mempunyai 1,6 Juta pengguna. Menurutnya, ini adalah sebuah modal dan akan menjadi berita besar jika seluruh pengguna PayTren menjadi pemegang reksadana syariah juga.
“Siapa tau, ummat, masyarakat, rakyat, bisa jadi mitra pemerintah dalam urusan permodalan. Jika butuh modal, ke ummat aja. Ke masyarakat aja. Ke rakyat aja. Gitu.” Harap UYM.
 
UYM juga merencanakan bekerjasama dengan pihak-pihak lain untuk menggerakkan seluruh komponen bangsa. Dia menyebutkan beberapa contoh dan potensi kerja sama yang bisa dijajaki. 
“Misalnya dengan muslimat NU. Ini aja jumlahnya udah 21 Juta perempuan, dengan Muhammadiyah, dengan Gontor dengan santri aktifnya yang berjumlah 350.000, belum lagi masjid, itu tromol (kotak sedekah yang ada rodanya di bawah-red) kalo dikalikan ratusan ribu dengan masjid seluruh Indonesia berapa jumlah totalnya? Insya Allah Gojek, Uber, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, BukaLapak dan perusahaan digital lainnya, kita bisa beli sahamnya. Lalu, masyarakat luas bisa ikut menikmati.”
 
Ustadz kondang ini mengakui bahwa dulu memang dia salah tetapi bukan sebuah penipuan dan pembohongan publik. Regulasi dan aturan lah yang menjadi penyebab kesalahan tersebut. UYM mempersilakan bertanya kepada Bareskrim Mabes Polri atau penyidiknya soal penipuan dan pembohongan publik terkait Hotel Siti atau Condotel Moya Vidi.
“Dulu saya salah. Iya. Tapi bukan penipuan dan pembohongan publik. Tapi soal regulasinya. Jadi, terhadap kasus yang disebut saya menipu atau apa yang terkait Hotel Siti, Condotel Moya Vidi silakan tanya langsung ke penyidiknya di Bareskrim Mabes Polri. Jangan saya malahan yang jawab.”
 
UYM juga menyampaikan bahwa dia bertanggung jawab penuh dan akan menyelesaikan sampai sempurna. Salah satu bentuk tanggung jawabnya adalah menunjukkan ke publik bahwa dia sudah menjadi mitra resmi OJK dan Bank Indonesia (BI).
Salah satu bentuk nyata dari kemitraan resmi dengan OJK adalah roadshow Training of Trainers tentang Pasar Modal Syariah di berbagai kota melalui PayTren yang memang mitranya tersebar di seluruh penjuru nusantara.
“Wah! Kawan-kawan setanah air, gegap gempita. Mereka setia dan gembira ikut pelatihan yang boleh jadi merupakan dunia baru buat mereka. Investasi Pasar Modal Syariah! Mereka rata-rata ikut dari awal sampai dengan akhir. Tidak ada yang menguap, apalagi mengantuk dan pulang. Pematerinya langsung dari OJK dan pembicara lain yang OJK siapkan dan fasilitasi.”
 
Ketika dikonfirmasi mengenai izin Manajemen Investasi Syariah, Ustadz dengan akun instagram @yusufmansurnew ini membuka bahwa belum mendapatkan izin karena tidak terkejar Lebaran seraya menjelaskan bahwa umur laporan keuangan yang dibuat hanya berlaku 90 hari dan akan mendaftarkannya pada tanggal 10 Juli 2017.
“Belom. Sebab umur laporan keuangan kan umurnya 90 hari saja. Karena kemarin keburu sibuk lebaran, kami tunda dulu. Tanggal 10 Juli ini kami resmi submit ke OJK. Mohon doa. Kami banyak nanya sama para pakar dan ahli investasi, khususnya para pakar dan ahli investasi syariah.”
 
Dalam kesempatan ini, Ustadz Yusuf Mansur juga menjelaskan perbedaan antara PayTren Asset Management dengan PayTren sendiri.
“PAM (PayTren Asset Management) dengan PayTren itu ada perbedaan. Yang pertama itu, investasi. Sejak dinyatakan pengumpulan uang dan gerakan patungan itu bermasalah, kami gak pernah buka lagi yang baru. Kami menurut dengan pemerintah. Toh ini bukan bisnis. Ini gerakan. Murni menjadi seluruh opportunity di negeri ini jadi milik rakyat. Atau setidaknya, ikut dinikmati rakyat. 
Yang kedua, PayTren sebagai induk. PayTren bukan investasi. PayTren adalah perusahaan payment gateway. Tiap hari, Alhamdulillah, pengguna baru PayTren, 3.000-5.0000 pengguna. Sejauh ini sudah 1,6 Juta pengguna. Baik android maupun iOS. Dengan jumlah transaksi 300.000-400.000 transaksi per hari, kalau dirupiahkan sekitar 5-10 Milyar per hari. Valuasi PayTren sekarang sudah ditaksir 4 Triliun.”
 
Saat, ini Ustadz Yusuf Mansur sedang berada di Malaysia untuk menerima penghargaan dari Mahathir Muhammad sekaligus juga untuk menemui para jamaah dan para user PayTren di Malaysia. UYM mendedikasikan penghargaan tersebut untuk umat, untuk bangsa, untuk Indonesia.
 
Di akhir keterangan, UYM menuturkan kalau ancaman, hantaman, rintangan dan tantangan yang datang harus dihadapi sebab impian lebih tinggi daripada itu.
“Asli. Saya kepengen melihat Indonesia dan Masyarakat Indonesia menjadi investornya dunia. It’s not a dream anymore. Coming true. Insya Allah.”
Share / sebarkan :

Leave a Reply

Your email address will not be published.