Lima Kontribusi Teknologi untuk Melawan Covid-19

Teknologi Melawan Covid-19

Sementara perjuangan melawan COVID-19 berlanjut, orang-orang dan bisnis menemukan cara untuk membantu memerangi virus. Sementara Gedung Putih mengumumkan membuat sumber daya superkomputasi tersedia bagi para peneliti di seluruh dunia. Bisnis dan individu juga menemukan cara untuk menggunakan teknologi untuk melawan COVID-19.

1. Amazon Web Services (AWS) Meluncurkan Inisiatif Global Baru

AWS baru saja meluncurkan AWS Diagnostic Development Initiative, mengeluarkan $20 juta untuk pelanggan Amazon yang mengerjakan solusi diagnostik untuk COVID-19. Pendanaan akan diberikan sebagai kredit dalam bentuk natura AWS dan dukungan teknis untuk membantu tim peneliti menggunakan teknologi cloud untuk mengatasi tantangan monumental ini.

Inisiatif ini dirancang untuk mempromosikan kolaborasi antara pelanggan Amazon yang bekerja keras pada solusi dan organisasi dengan tujuan yang sama.

Pelanggan Amazon yang baru mengenal layanan cloud AWS akan terkejut melihat betapa mudahnya alur kerja mereka di cloud. Bagian terbaiknya adalah teknologi cloud efisien dan mudah diamankan untuk memenuhi semua standar kepatuhan privasi data. Pelanggan Amazon yang bekerja untuk melawan COVID-19 dengan teknologi cloud ada di tangan yang baik dengan AWS.

2. Orang Menggunakan Printer 3D untuk Membuat Produk yang Dibutuhkan

Sejak printer 3D menjadi populer bagi penggemar, orang telah membuat semua jenis barang bermanfaat. Setelah pandemi COVID-19, printer 3D terbukti sangat berguna.

Seorang bocah pramuka Kanada bernama Quinn Callander mendengar bahwa para profesional medis di rumah sakit setempat sedang mencari cara untuk meredakan sakit telinga karena memakai masker sepanjang hari. Dia memutuskan untuk membuat pelindung telinga yang berada di belakang kepala dan memegang potongan-potongan elastis yang biasanya mengelilingi telinga seseorang.

Pelindung telinga adalah sepotong plastik yang sederhana dan datar dengan empat takik di kedua sisinya sehingga dokter dan perawat dapat menyesuaikan ketatnya masker dan memotong bagian sisa.

3D Printed PPE

Perusahaan percetakan 3D juga melangkah untuk membuat APD untuk dokter dan perawat di garis depan. Sejauh ini, produsen printer 3D Carbon, Prusa Research, dan Formlabs 3D Systems memproduksi pelindung wajah dengan cepat. Sekitar 7.500 masker telah diproduksi dan diharapkan ada peningkatan produksi yang signifikan. Seorang juru bicara Carbon mengatakan kepada WKTV bahwa perusahaan dapat menghasilkan 50.000 perisai per minggu jika perlu.

Siswa sekolah menengah juga membuat pelindung wajah dan bahkan topeng dengan printer 3D untuk membantu sebanyak mungkin.

Meskipun pelindung wajah cetak 3D secara teknis tidak disetujui oleh FDA. Mereka tidak menyarankan agar tidak menggunakan pelindung wajah dan masker buatan sendiri ini. Namun, mereka memberi tahu orang-orang bahwa pelindung wajah cetak 3D tidak memberikan tingkat perlindungan cairan atau penyaringan udara yang sama dengan yang disediakan oleh PPE yang disetujui FDA.

3. Perusahaan Manufaktur Meningkatkan Produksi

Kebanyakan orang tahu bahwa perusahaan besar seperti 3M, Ford, dan GE sedang bekerja keras untuk membangun respirator, ventilator, dan APD lainnya untuk dokter dan perawat. Apa yang tidak Anda lihat di berita adalah nama-nama perusahaan kecil yang membuat APD.

Ada banyak perusahaan kecil yang memproduksi APD medis sekarang, termasuk dua perusahaan Italia – Salewa dan La Sportiva. Perusahaan lain yang membuat masker bedah, gaun, dan bahkan respirator N95 termasuk Riset Terbuka Seattle, Eddie Bauer, Peternakan Misteri, DaleBoot, Wild Rye, dan Arcade Belts. Semua perusahaan ini layak mendapatkan apresiasi serius atas upaya tak kenal lelah mereka selama masa sulit ini.

4. Google Menggunakan DeepMind untuk Membantu Melawan COVID-19

Google menggunakan teknologi untuk melawan COVID-19 dalam dua cara utama. Pertama, perusahaan bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat untuk mengembangkan situs web pendidikan untuk menampung sumber daya pada COVID-19. Idenya  untuk menciptakan lokasi pusat di mana orang dapat menemukan semua informasi benar tanpa harus menyaring informasi yang salah.

Sebagai bagian dari perjuangan Google melawan COVID-19, perusahaan telah menyumbangkan program DeepMind ke sistem AlphaFold-nya. Kedua sistem adalah bagian dari solusi kecerdasan buatan Google. Tetapi menambahkan DeepMind bertujuan untuk memprediksi struktur protein yang terkait dengan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 untuk menciptakan perawatan yang efektif.

Sebuah perusahaan milik Alphabet bernama Verily sedang dalam proses mengembangkan tambalan untuk dipakai pasien COVID-19 yang mendeteksi demam dan berkomunikasi dengan aplikasi telepon untuk mendapatkan diagnosis awal COVID-19 atau flu.

5. HPE Aruba Membuat Feri Medis

Aruba, sebuah perusahaan HPE, memasang jaringan di atas feri yang mengubahnya menjadi kapal medis untuk membantu orang-orang yang terkena dampak COVID-19 di wilayah Liguria. Aruba terus menyediakan klinik pop-up COVID-19 dan rumah sakit sementara di seluruh Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.

Ini Adalah Usaha Bersama Melawan COVID-19

Sangat menyenangkan melihat teknologi yang digunakan untuk membantu memerangi pandemi ini. Pertarungan melawan COVID-19 benar-benar merupakan upaya kelompok dan setiap kontribusi membantu.

Related Post